Beberapa bulan terakhir, kelompok Taliban meningkatkan serangan teror di sejumlah wilayah Afghanistan. Meskipun pemimpin mereka, Mullah Akhtar Mansour, tewas dalam serangan pesawat tak berawak (drone) milik militer Amerika Serikat (AS), bulan lalu, serangan Taliban tidak berkurang.
Disampaikan otoritas setempat, seperti dilansir Reuters, Rabu (8/6/2016), dalam serangan di Provinsi Ghazni yang terletak di bagian timur Afghanistan, dua mobil dihentikan di tengah jalan pada Selasa (7/6) malam dan seluruh orang yang ada di dalamnya ditembak mati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Gubernur Provinsi Ghazni, Jawid Salangi, menyebut beberapa personel keamanan setempat ikut menjadi korban. Pelaku penyerangan dilaporkan menembak mati siapa saja yang mereka temui malam itu.
"Taliban memerintahkan para penumpang keluar dan menembak mereka secara brutal hingga tewas," sebut Salangi.
Ditambahkan Salangi, warga setempat melaporkan menemukan 12 jasad korban serangan itu. Belum ada tanggapan dari pihak Taliban soal pernyataan otoritas Afghanistan ini.
Baca juga: Taliban Bunuh 16 Penumpang Bus di Afghanistan, Culik Puluhan Lainnya
Di lokasi terpisah, tepatnya di kota Kunduz yang ada di wilayah Afghanistan bagian utara, sebuah bus dan sebuah mobil dihentikan di tengah jalan oleh sekelompok pria bersenjata yang diyakini bagian dari Taliban. Juru bicara kepolisian setempat, Mahfozullah Akbari, menuturkan kepada Reuters, pelaku menculik 50 orang dalam serangan itu.
"Kami mengupayakan segala cara untuk membebaskan mereka, sesegera mungkin," ucapnya.
Beberapa minggu terakhir, warga setempat terancam pembunuhan dan penculikan di jalanan. Bulan lalu, sedikitnya 9 orang tewas dan 20 orang lainnya diculik ketika Taliban mencegat tiga bus di Kunduz. Taliban telah mengklaim bertanggung jawab atas penculikan itu.
(nvc/ita)










































