Dituturkan juru bicara Korps Atal ke-205 militer Afghanistan, Shakil Ahmad Tasal, kepada Reuters, Senin (6/6/2016), insiden yang menewaskan jurnalis AS bernama David Gilkey dari NPR (National Public Radio) dan penerjemahnya Zabihullah Tamanna yang warga Afghanistan itu terjadi pada Minggu (5/6) siang waktu setempat.
Saat itu, keduanya menumpang kendaraan Humvee milik militer Afghanistan bersama tentara Afghanistan lainnya. Kendaraan itu tengah melaju di antara wilayah Lashkar Gah, Provinsi Helmand dengan Marjah ketika roket berukuran 82 mm yang ditembakkan militer Taliban, mengenai mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tasal menambahkan, pengemudi kendaraan militer itu, yang seorang tentara Afghanistan, juga tewas dalam serangan itu.
Gilkey dan penerjemahnya tengah menjalankan tugas jurnalisme bersama dua rekan sesama jurnalis NPR, Tom Bowman dan Monika Evstatieva. Namun Bowman dan Evstatieva tidak mengalami luka-luka. Gilkey merupakan wartawan veteran pemenang penghargaan dalam peliputan soal Afghanistan dan wilayah konflik lainnya.
"David telah meliput perang dan konflik di Irak dan Afghanistan sejak tragedi 9/11 (serangan 11 September 2001). Dia sangat berdedikasi untuk membantu publik melihat perang-perang ini dan orang-orang yang terjebak dalam perang. Dia meninggal saat menjalankan komitmen itu," sebut Wakil Presiden Senior Divisi Berita dan Redaksi NPR, Michael Oreskes, dalam pernyataannya.
Baca juga: Serang Pengadilan di Afghanistan, Taliban Klaim Tewaskan 7 Orang
Jalanan antara Marjah dengan Lashkar Gah baru dibuka belum lama ini oleh militer Afghanistan, setelah terjadi pertempuran sengit di wilayah tersebut. Kepastian kematian Gilket dan Tmanna dipastikan oleh Komandan Korps ke-205, Jenderal Mohammed Amin.
Provinsi Helmand memang selama ini menjadi lokasi pertempuran sengit antara Taliban dengan tentara pemerintah Afghanistan yang didukung NATO.
Menurut Komisi Perlindungan Jurnalis, Afghanistan menjadi salah satu negara paling berbahaya untuk jurnalis, dengan 27 jurnalis tewas dibunuh sejak tahun 1992. Pada Januari lalu, sedikitnya 7 jurnalis televisi Afghanistan tewas dalam serangan bom bunuh diri di Kabul. Sedangkan jurnalis asing yang terakhir kali tewas di Afghanistan adalah fotografer Associated Press, Anja Niedringhaus, yang ditembak mati polisi Afghanistan saat meliput pemilu tahun 2014.
(nvc/ita)











































