Polisi India Bentrok dengan Penghuni Ilegal, 24 Orang Tewas

Polisi India Bentrok dengan Penghuni Ilegal, 24 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 03 Jun 2016 18:18 WIB
Polisi India Bentrok dengan Penghuni Ilegal, 24 Orang Tewas
Ilustrasi (BBC)
New Delhi - Bentrokan antara polisi dengan warga di Mathura, India berujung maut. Sedikitnya 24 orang tewas, termasuk dua polisi, ketika polisi menggusur penghuni ilegal taman kota setempat.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (3/6/2016), polisi memulai operasi pembersihan taman kota Mathura, yang berjarak 140 kilometer dari ibukota New Delhi, sejak Kamis (2/6) setelah pengadilan memerintahkan pengusiran sekitar 3 ribu orang dari taman seluas 109 hektare tersebut. Dua korban tewas di antaranya merupakan personel kepolisian setempat.

Pengadilan memerintahkan secara langsung kepada otoritas setempat untuk 'membersihkan' para penghuni ilegal taman tersebut, yang tinggal di sana sejak tahun 2014 lalu setelah mengabaikan perintah untuk pergi dari lokasi umum tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: 300 Ribu Anak-anak Dipaksa Mengemis di Jalanan India

Tinggal secara ilegal di lahan publik cukup sering terjadi di beberapa kota India, dengan banyaknya warga miskin yang tidak punya tempat tinggal. Otoritas setempat seringkali membiarkan para penghuni ilegal itu tetap tinggal di area publik, karena mereka didukung tokoh berpengaruh yang menawarkan suara politik sebagai balasan atas pembiaran mereka tinggal di sana.

Debashish Panda, selaku menteri dalam negeri wilayah Uttar Pradesh, lokasi Mathura, menuturkan kepada Reuters bahwa polisi awalnya membalas tembakan senjata api dengan gas air mata dan peluru karet. Namun tembakan lainnya dari penghuni ilegal mengenai dua polisi.

"Mereka menembaki kami dari atas pohon. Beberapa orang lainnya melempari kami dengan batu atau menyerang kami dengan tongkat dan senjata lainnya. Dua personel kami terluka dan akhirnya tewas di rumah sakit," tutur kepala kepolisian Uttar Pradesh, Javeed Ahmad.

Baca juga: Dihukum, 24 Pelaku Pembunuhan Massal terhadap Muslim di India

"Segera setelah serangan itu, kami mendapat bantuan personel dan melancarkan serangan balasan ke kamp mereka dan berhasil membersihkan area itu," imbuhnya.

Ahmed menambahkan, kelompok penghuni ilegal itu sengaja membakar gubuk mereka, yang dipakai untuk menyimpan tabung gas dan peledak, sebelum meninggalkan lokasi. Polisi menemukan sejumlah senapan laras panjang, puluhan pistol, amunisi dan senjata lainnya, termasuk granat dari tempat tinggal penghuni ilegal itu. Sedangkan 200 penghuni ilegal ditangkap polisi.

"Sekitar 22 orang dari kelompok mereka tewas, dengan 11 orang di antaranya tewas akibat luka bakar. Salah satu korban tewas berjenis kelamin perempuan," imbuhnya.

Baca juga: Kebakaran Besar di Depot Senjata India, 17 Orang Tewas

Otoritas setempat meyakini para penghuni ilegal itu tergabung dalam sekte, yang disebut media lokal sebagai kelompok bergaya revolusioner yang menyerukan berbagai permintaan aneh seperti menghilangkan jabatan Perdana Menteri, mengganti mata uang India dan meminta bahan bakar murah. Sekte itu beranggotakan para pengikuti tokoh religius berpengaruh di India, yang meninggal 4 tahun lalu.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads