Dalam gugatannya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/6/2016), Tunde Krasznai menyatakan dirinya menerima pendekatan profesor tersebut karena takut dia akan menjatuhkan dirinya dan menghancurkan karirnya sebagai pianis. Dalam gugatan yang diajukan pada Selasa (31/5) waktu setempat itu, Krasznai menuntut ganti rugi. Namun tidak diketahui jumlah ganti rugi yang dimintanya.
Selama kejadian, Krasznai menempuh studi di University of California Los Angeles (UCLA) setelah mendapatkan beasiswa Fulbright. Pianis peraih sejumlah penghargaan itu menggugat profesor musik di UCLA, Robert Winter.
Menurut berkas gugatan, Krasznai berkenalan dengan Winter pada musim semi tahun 2014 ketika wanita itu mengikuti salah satu kelas Winter.
"Winter mulai melakukan pendekatan dan mengidentifikasi Krasznai sebagai target seksual," demikian bunyi gugatan tersebut.
Dia juga meminta Krasznai untuk bermain piano khusus untuknya, bukannya di depan kelas. Menurut pianis tersebut, hubungannya dengan Winter dimulai pada November 2014 setelah Winter mengajaknya menginap di apartemennya. Saat itu, Winter juga membantunya mendapatkan visa pelajar untuk tinggal di AS.
"Setelah dipaksa dan berhubungan seks dengan Winter, Winter mengubah nilai yang diperoleh Krasznai dalam pelajarannya dari B+ menjadi A," demikian disampaikan dalam gugatan tersebut.
Sejak itu, Krasznai pun dipaksa untuk menginap tiga malam setiap minggunya di apartemen Winter. Pria itu disebutkan sering marah ketika Krasznai bertemu dengan teman-teman prianya. Karena khawatir akan visa pelajarnya, pianis itu terus berhubungan seks dengan Winter hingga Juni 2015 lalu.
Krasznai merupakan pianis terkenal Hungaria yang telah mulai ikut kompetisi sejak usia 10 tahun. Dia telah meraih sejumlah penghargaan internasional.
(ita/ita)











































