"Ketika kita melihat ke wajah setiap pengungsi, khususnya anak-anak dan wanita, kita bisa merasakan penderitaan mereka," tutur Dalai Lama dalam wawancara dengan media Jerman, Frankfurter Allgemeine Zeitung, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/6/2016).
"Umat manusia yang sedikit lebih beruntung punya kewajiban untuk membantu mereka. Di lain pihak, mereka (pengungsi) terlalu banyak sekarang," kata pemimpin spiritual Tibet yang telah hidup mengasingkan diri di India selama lebih dari setengah abad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dalai Lama, dari sudut moral pun, para pengungsi seharusnya diterima untuk sementara saja. "Tujuannya harusnya agar mereka pulang dan membantu membangun kembali negara-negara mereka," kata Dalai Lama.
Tahun lalu, Jerman menerima 1,1 juta orang yang mengungsi dari perang dan penderitaan di Suriah, Irak, Afghanistan dan negara-negara lain.
Dalai Lama sendiri berharap dirinya bisa kembali ke Tibet suatu saat nanti. "Mungkin dalam beberapa tahun lagi," ujar pria berumur 80 tahun itu. "Jika muncul kesempatan untuk kepulangan saya, atau setidaknya untuk kunjungan singkat, itu akan menjadi sumber sukacita besar," imbuhnya.
(ita/ita)











































