Seperti dilansir Reuters dan kantor berita Korsel, Yonhap, Rabu (1/6/2016), insiden ini terjadi di kota Namyangu, sebelah timur Seoul, sekitar pukul 07.20 waktu setempat, ketika para pekerja sedang melakukan pengelasan. Total dilaporkan ada 17 pekerja di lokasi proyek saat insiden terjadi.
Proyek ini fokus pada jalur perpanjangan dari jaringan kereta bawah tanah yang sudah ada di kawasan tersebut. Jalur perpanjangan itu dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2020 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Jaringan Kereta Api Korea dan Dinas Pemadam Kebakaran setempat belum bisa memastikan penyebab insiden ini. Namun seorang saksi mata menyebut ada ledakan besar di lokasi proyek. Sedangkan kepolisian setempat meyakini tidak ada bahan peledak yang digunakan saat pengerjaan pengelasan dilakukan.
Dugaan sementara, insiden ini bisa jadi dipicu oleh ledakan tabung silinder oksigen di lokasi proyek. Otoritas setempat masih berusaha menyelidiki insiden ini secara mendalam.
Para korban terjebak di bawah reruntuhan puing sedalam 15 meter di bawah tanah. Para korban luka dilarikan ke rumah sakit setempat untuk menjalani perawatan medis. Menurut kepolisian setempat, jumlah korban tewas masih bisa bertambah, mengingat beberapa korban luka kini dalam kondisi kritis.
(nvc/ita)











































