Duh! Sudah 1,2 Juta Warga Afghanistan Mengungsi Akibat Konflik

Duh! Sudah 1,2 Juta Warga Afghanistan Mengungsi Akibat Konflik

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 31 Mei 2016 17:00 WIB
Duh! Sudah 1,2 Juta Warga Afghanistan Mengungsi Akibat Konflik
Bocah pengungsi Afghanistan di kamp pengungsi Kabul (REUTERS/Mohammad Ismail)
Kabul - Jumlah warga sipil yang kehilangan tempat tinggalnya dan terpaksa mengungsi akibat konflik di Afghanistan kini telah bertambah menjadi 1,2 juta jiwa. Jumlah ini meningkat dua kali lipat jika dibandingkan tahun 2012 lalu.

Dilaporkan organisasi HAM internasional, Amnesty International, seperti dilansir AFP, Selasa (31/5/2016), lonjakan itu dikarenakan kelalaian pemerintah Afghanistan dan kurangnya perhatian dunia internasional. Dalam laporannya berjudul 'My children will die this winter: Afghanistan's broken promise to the displaced', Amnesty memperingatkan kurangnya layanan kebutuhan dasar manusia, yang turut memicu bertambahnya warga yang mengungsi.

"Sementara perhatian dunia pada Afghanistan tampaknya teralihkan, kita melupakan keadaan buruk orang-orang yang terdampak konflik," ucap Direktur Amnesty International untuk Asia Tenggara, Champa Patel, dalam pernyataannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahkan setelah meninggalkan rumah demi mencari keamanan, warga Afghanistan hidup menderita dalam kondisi mengerikan di negara mereka sendiri, dan berjuang untuk bertahan hidup tanpa kejelasan kapan konflik berakhir," imbuhnya.

Baca juga: Pemimpinnya Tewas dalam Serangan Drone AS, Taliban Umumkan Penggantinya

Konflik di Afghanistan bertambah buruk setelah Taliban meningkatkan serangan teror terhadap target-target pemerintah Afghanistan yang didukung negara-negara Barat.

Tercatat hingga April 2016, sedikitnya 1,2 juta warga Afghanistan telantar di negaranya sendiri. Tahun 2012, jumlahnya mencapai nyaris 500 ribu orang. Amnesty melaporkan, kondisi kamp-kamp pengungsian di Afghanistan cenderung menyedihkan, dengan kurangnya makanan, air serta layanan kesehatan.

"Bahkan seekor binatang tidak akan hidup di gubuk ini, tapi kami harus. Saya lebih memilih hidup di penjara daripada di tempat ini: setidaknya di penjara saya tidak perlu khawatir soal makanan dan perlindungan," ucap Mastan, wanita 50 tahun yang hidup di kamp pengungsi Herat.

"Ketika Anda tidak bisa menyediakan makanan di meja untuk anak-anak Anda, itu lebih buruk daripada ditembak dengan pistol," sebut Farzana, wanita Afghanistan lainnya yang tinggal di kamp pengungsi di Kabul.

Baca juga: Sekilas tentang Pemimpin Taliban Hibatullah Akhundzada

Lebih lanjut, Amnesty menyerukan kepada komunitas internasional dan pemerintah Afghanistan untuk lebih memperhatikan situasi memprihatikan ini. "Afghanistan dan dunia harus bertindak sekarang untuk mengakhiri krisis pengungsi, sebelum terlambat," tegas Patel.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini