Pada Desember tahun lalu, Malaysia telah menerima gelombang pertama pengungsi Suriah yang terdiri atas 11 pengungsi yang memiliki kerabat di Malaysia. Gelombang pengungsi Suriah lainnya akan tiba di Malaysia dalam beberapa bulan ke depan.
Wakil Perdana Menteri Malaysia, Zahid Hamidi, menyatakan para imigran asal Suriah ini terbang ke Malaysia via Libanon. Di Malaysia, sebut Hamidi, mereka akan mendapat pekerjaan dan anak-anak mereka akan disekolahkan di sekolah umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 2 Ribu Pengungsi Diselamatkan dari Laut Mediterania
"Sekitar 200 pengungsi (Suriah) lainnya akan datang dalam beberapa bulan ke depan," imbuhnya.
Hamidi menyatakan, otoritas Malaysia akan menyediakan akomodasi dan bantuan finansial selama masa tinggal sementara para imigran ini, dengan lembaga swadaya masyarakat setempat memberikan bantuan kemanusiaan.
Bulan Oktober 2015 lalu, Perdana Menteri Najib Razak menyatakan Malaysia akan menerima 3 ribu imigran Suriah dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, demi meringankan beban krisis pengungsi.
Eropa menghadapi gelombang besar imigran dan pengungsi yang melarikan diri dari konflik Suriah juga konflik di negara lain. Malaysia, sebenarnya, tidak terikat pada perjanjian PBB soal pengungsi, namun negara ini tetap menerima para pengungsi untuk sementara.
Baca juga: Angelina Jolie-Pitt Keluarkan Peringatan terkait Pengungsi Dunia
(nvc/erd)











































