Gabbay yang berpandangan moderat merasa tidak sepakat dengan keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memasukkan Lieberman, yang seorang ultra-nasionalis ke dalam koalisi pemerintahan. Demikian seperti dilansir Reuters, Jumat (27/5/2016).
Pada Rabu (25/5), PM Netanyahu menunjuk Lieberman sebagai Menteri Pertahanan yang baru. Penunjukan ini menjadikan koalisi pemerintah yang terdiri atas 6 partai kini menguasai 66 kursi dari total 120 kursi parlemen. Sebelumnya, koalisi pemerintahan PM Netanyahu hanya menguasai 61 kursi parlemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Balas Serangan Roket, Pesawat Tempur Israel Gempur Gaza
Gabbay merupakan anggota Koolanu, satu-satunya partai moderat dalam koalisi pemerintahan, yang hanya memiliki 10 anggota parlemen.
Pengumuman mundur Gabbay ini disampaikan selang beberapa hari setelah Moshe Yaalon, Menteri Pertahanan sebelumnya yang berasal dari Partai Likud yang konservatif dan menaungi PM Netanyahu, mengundurkan diri.
Pengunduran diri Yaalon itu juga merupakan bentuk protes karena portofolionya ditawarkan kepada Lieberman. Dengan demikian pengunduran diri Gabbay ini merupakan yang kedua kalinya anggota kabinet Israel mundur dalam sepekan terakhir.
Beberapa waktu lalu, Gabbay terlibat adu argumen dengan PM Netanyahu soal rencana pemerintah mengembangkan cadangan gas alam di Laut Mediterania melalui konsorsium yang menuai kritik karena sangat dibatasi dan terlalu mahal.
Baca juga: Tokoh Kontroversial Israel Diangkat Jadi Menteri Pertahanan
(nvc/ita)











































