Pengungkapan sindikat penyelundup sabu ini berawal ketika satuan tugas pemberantasan kejahatan terorganisasi menahan sebuah kapal yang membawa 8 warga negara China pada awal Mei lalu. Kapal itu ditahan di perairan Australia Barat karena dianggap mencurigakan.
Baca juga: Sebut RI Sengaja Kirim Kapal Pencari Suaka, Wakil PM Australia Dikecam
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai dampak dari penyelidikan dan penggeledahan, sedikitnya enam warga negara Malaysia, seluruhnya berjenis kelamin laki-laki dan berusia antara 24-54 tahun, didakwa," terang detektif polisi Gary Dreiberg yang menangani kasus ini, kepada wartawan setempat.
"Sedangkan 8 warga negara China, yang semuanya berjenis kelamin laki-laki dan berusia antara 37-56 tahun, yang ada di atas kapal didakwa terkait temuan narkoba ini," imbuhnya.
Baca juga: Diduga Rencanakan Serangan Teror, Pria Muda Ditangkap Polisi Australia
Kepolisian Australia menyebut penyitaan sabu 200 kilogram ini sebagai penyitaan narkoba terbesar dalam sejarah, setelah penyitaan 320 kilogram narkoba pada September tahun lalu. Polisi memperkirakan nilai taksiran sabu ini di pasaran saat ini mencapai Aus$ 200 juta.
(nvc/nwk)











































