Pendeta Peru Mengaku Bersalah Raba Bokong Wanita di Pesawat AS

Pendeta Peru Mengaku Bersalah Raba Bokong Wanita di Pesawat AS

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 24 Mei 2016 10:21 WIB
Pendeta Peru Mengaku Bersalah Raba Bokong Wanita di Pesawat AS
Ilustrasi (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Los Angeles - Seorang pendeta asal Peru mengaku bersalah atas tindakan asusila dalam penerbangan domestik di Amerika Serikat (AS). Pendeta ini meraba bokong penumpang wanita yang sedang tertidur dalam pesawat yang terbang dari Denver menuju Los Angeles.

Dalam persidangan di Los Angeles, seperti dilansir AFP, Selasa (24/5/2016), pendeta bernama Juan Carlos Del Carmen Leyva (41) ini mengaku dalam persidangan bahwa dirinya meraba seorang penumpang wanita selama 3 menit dalam penerbangan Southwest Airlines tanggal 18 April 2016 lalu.

"Dengan niat untuk membangkitkan dan memuaskan gairah seksualnya," sebut Leyva soal alasan dirinya menyentuh penumpang wanita itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai bagian dari kesepakatan persidangan, dengan mengaku bersalah, Leyva tidak akan menghadapi hukuman lebih dari 1 tahun penjara ketika sidang putusan digelar pada 6 Juni 2016 mendatang.

Menurut dokumen persidangan milik FBI, yang menyelidiki kasus ini, Leyva berusaha untuk mengobrol dengan penumpang wanita itu selama penerbangan. Namun penumpang wanita itu menolak Leyva karena napasnya bau.

Korban yang tidak disebut identitasnya, kemudian jatuh tertidur. Ketika terbangun, korban menemukan Leyva sedang meremas bokongnya. Ketika ditanyai oleh awak pesawat, Leyva meminta maaf dan memohon ampun dengan alasan dirinya memiliki keluarga.

Saat insiden ini terjadi, Leyva sedang bepergian ke AS selama seminggu untuk mengunjungi sejumlah gereja setempat.

(nvc/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini