Dalam persidangan di Los Angeles, seperti dilansir AFP, Selasa (24/5/2016), pendeta bernama Juan Carlos Del Carmen Leyva (41) ini mengaku dalam persidangan bahwa dirinya meraba seorang penumpang wanita selama 3 menit dalam penerbangan Southwest Airlines tanggal 18 April 2016 lalu.
"Dengan niat untuk membangkitkan dan memuaskan gairah seksualnya," sebut Leyva soal alasan dirinya menyentuh penumpang wanita itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dokumen persidangan milik FBI, yang menyelidiki kasus ini, Leyva berusaha untuk mengobrol dengan penumpang wanita itu selama penerbangan. Namun penumpang wanita itu menolak Leyva karena napasnya bau.
Korban yang tidak disebut identitasnya, kemudian jatuh tertidur. Ketika terbangun, korban menemukan Leyva sedang meremas bokongnya. Ketika ditanyai oleh awak pesawat, Leyva meminta maaf dan memohon ampun dengan alasan dirinya memiliki keluarga.
Saat insiden ini terjadi, Leyva sedang bepergian ke AS selama seminggu untuk mengunjungi sejumlah gereja setempat.
(nvc/nwk)










































