Dilansir BBC.com, Jumat (30/5/2016), Al-Sisi memberi perintah kepada sebuah komite investigasi yang dibentuk Kementerian Perhubungan Mesir memulai penyelidikan penyebab hilangnya pesawat itu.
Angkatan Laut Mesir dan Yunani bergabung dengan Angkatan Udara Inggris untuk menyusuri perairan di sebelah selatan Laut Mediterania. Upaya itu dilakukan setelah puing pesawat berupa jaket pelampung ditemukan di lokasi dekat Pulau Karpathos, Yunani.
Sebelumnya, seorang kapten kapal bernama Tarek Wahba mengaku ikut mencari puing pesawat EgyptAir di laut. Tarek mengaku menemukan pelampung dan mem-posting fotonya di laman Facebook miliknya.
Pesawat terakhir kali terlihat sebelum lepas landas di bandara Charles de Gaulle Airport pada Rabu (18/5) malam waktu setempat. Pesawat hilang dari pantauan radar pada ketinggian 37.000 ribu kaki atau sekitar 80 mil sebelum masuk dalam wilayah udara Mesir. (dhn/dhn)











































