Ada Kebakaran, Jalur Kereta Metro New York Terganggu dan Ribuan Orang Telantar

Ada Kebakaran, Jalur Kereta Metro New York Terganggu dan Ribuan Orang Telantar

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 18 Mei 2016 10:52 WIB
Ada Kebakaran, Jalur Kereta Metro New York Terganggu dan Ribuan Orang Telantar
Kebakaran yang memicu gangguan jalur kereta Metro-North New York (New York Times/Benjamin Parkin)
New York - Jaringan kereta bawah tanah di sekitar Grand Central Terminal, New York, Amerika Serikat (AS) terganggu dan ribuan orang terkena dampaknya. Penyebabnya, karena ada kebakaran di dekat rel kereta East Harlem.

Disampaikan juru bicara Otoritas Transportasi Metropolitan, Meredith Daniels, seperti dilansir The New York Times, Rabu (18/5/2016), kebakaran ini berdampak pada layanan kereta metro di wilayah Harlem, Hudson dan New Haven, atau jalur utara, pada Selasa (17/5) malam waktu setempat.

Tim teknisi telah dikerahkan ke lokasi untuk memeriksa rel kereta yang dilanda kebakaran. Belum bisa diperkirakan kapan layanan kereta akan kembali normal. Daniels mengaku tidak bisa memperkirakan secara pasti jumlah kereta dan penumpang yang terkena dampak insiden ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas berhasil memadamkan api, namun jalur kereta masih terganggu (REUTERS/Eduardo Munoz)

Dalam pernyataannya, Departemen Pemadam Kebakaran New York menyebut sekitar pukul 20.25 waktu setempat, kebakaran di antara 119th Street and Park Avenue berhasil dikendalikan. Tidak ada laporan korban jiwa. Pemicu kebakaran itu belum diketahui pasti.

Disebutkan Departemen Pemadam Kebakaran bahwa api besar membakar sejumlah puing dan trailer konstruksi. Ada lebih dari 160 petugas dan 39 unit pemadam yang dikerahkan ke lokasi. Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 18.42 waktu setempat.

Insiden ini membuat banyak pengguna kereta metro telantar di Grand Central Terminal yang merupakan stasiun utama di area ramai New York City. Salah satunya Nicole Clarke yang harus menunggu kereta selama 30 menit, sebelum memutuskan untuk naik kereta dari jalur lain, yang lebih jauh.

"Ketika saya tiba di stasiun, situasinya kacau. Mereka (otoritas stasiun) tidak memberitahu kami apa pun, tidak ada," tutur Clarke.

Pengguna kereta metro New York telantar (REUTERS/Eduardo Munoz)

Clarke menyebut dirinya akan naik kereta bawah tanah ke area Bronx dan suaminya akan menjemputnya di sana. Clarke menyebut, perjalanan pulang yang biasanya hanya ditempuh dalam waktu 45 menit, menjadi dua jam.

Di stasiun, pengumuman memperingatkan para penumpang kereta jalur utara mengalami penundaan hingga waktu yang tidak ditentukan. Aula utama Grand Central Terminal dipenuhi orang yang saling berdesakan dan beberapa terpaksa duduk di tangga.

(nvc/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads