Australia Geledah Properti Terkait 5 Pria yang Gabung ISIS Lewat Indonesia

Australia Geledah Properti Terkait 5 Pria yang Gabung ISIS Lewat Indonesia

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 17 Mei 2016 11:29 WIB
Australia Geledah Properti Terkait 5 Pria yang Gabung ISIS Lewat Indonesia
Ilustrasi
Melbourne - Polisi antiterorisme Australia menggeledah sejumlah properti di pinggiran Melbourne. Penggeledahan ini terkait penangkapan lima pria yang ingin bergabung Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah melalui jalur laut via Indonesia.

"Tim gabungan pemberantasan terorisme Victoria tengah mengeksekusi sejumlah surat perintah penggeledahan di wilayah pinggiran Melbourne bagian utara dan barat laut, sebagai bagian dari Operasi Middleham," demikian pernyataan juru bicara kepolisian negara bagian Victoria, seperti dilansir Reuters, Selasa (17/5/2016).

Kelima pria yang berusia 21-31 tahun itu dijerat dakwaan bersiap masuk ke negara asing dengan tujuan terlibat aktivitas keji. Dakwaan itu memiliki ancaman hukuman maksimum penjara seumur hidup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi setempat tidak merilis identitas kelima pria yang ditangkap. Hanya disebut mereka ditangkap pekan lalu, setelah menarik kapal motor sepanjang 7 meter dari wilayah Melbourne ke Cairns, Queensland, sejauh 3 ribu kilometer.

Baca juga: Coba Gabung ISIS Via Indonesia, 5 Pria Australia Terancam Bui Seumur Hidup

Sejak tahun 2014, Australia yang merupakan sekutu Amerika Serikat, terus meningkatkan kewaspadaan akan serangan teror yang didalangi warganya sendiri yang diradikalisasi. Otoritas Australia mengklaim pihaknya berhasil menggagalkan sejumlah rencana serangan teror di wilayahnya.

Data Kementerian Imigrasi Australia yang dirilis bulan lalu menyebut, sekitar 100 warga Australia pergi ke Suriah untuk bergabung dengan militan di sana, termasuk ISIS.

Beberapa waktu terakhir, Australia dilanda serangkaian serangan teror, termasuk penyanderan di sebuah kafe di Sydney yang menewaskan dua sandera serta sang pelaku. Pada tahun 2014 lalu, polisi menembak mati seorang remaja Melbourne yang menikam dua personel antiterorisme.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini