Dilaporkan kantor berita Xinhua dan dilansir AFP, Senin (16/5/2016), pria bernama Guo ini membunuh keenam korbannya dengan kapak pada Maret 1991 lalu. Kepolisian setempat yang dikutip Xinhua menyebut Guo telah mengakui perbuatannya.
Kepada polisi, seperti dilaporkan media lokal China lainnya, Life Daily, Guo mengaku pembunuhan itu sebagai balasan atas perilaku salah satu korban yang melecehkan istrinya secara seksual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban tertua yang dibunuh Guo berusia 80 tahun dan yang termuda berusia 11 tahun. "Dia (Guo) tidak pernah bisa tidur nyenyak selama lebih dari 20 tahun dalam pelarian, dia sering terbangun dengan tangan penuh keringat," sebut Life Daily.
Guo melarikan diri beberapa ribu kilometer ke Provinsi Shandong, setelah melakukan pembunuhan di Provinsi Heilongjiang. Dia kemudian bergerak ke Xinjiang dan bekerja serabutan di sana.
Guo akhirnya ditangkap di Xinjiang setelah polisi menemukan satu telepon genggam yang terdaftar atas nama istri Guo, di area tersebut. Xinhua menyebut, kasus ini masih dalam penyelidikan mendalam otoritas setempat.
(nvc/nwk)










































