Seperti dilansir Reuters, Senin (16/5/2016), peristiwa ini terjadi pada Minggu (15/5) kemarin. Sebuah sumber mengatakan bom diledakkan oleh pelaku di tengah antrean pendaftaran calon polisi.
Dalam sebuah pesan yang dikirimkan melalui kantor berita online Amaq, ISIS mengklaim sebagai dalang bom bunuh diri tersebut. ISIS mengatakan pelaku bom bunuh diri merupakan 'pencari syahid'. Mereka mengklaim telah menewaskan 40 orang dalam ledakan tersebut.
Beruntung direktur keamanan kota, Mubarak Al-Awthaban yang berada dekat lokasi kejadian selamat dari ledakan bom bunuh diri tersebut.
Sebelumnya pada 24 April lalu, serangan udara dari sebuah pesawat tak berawak (drone) menewaskan dua orang di sebelah selatan kota Marib. Menurut warga setempat, kedua pria yang tewas itu diduga anggota kelompok Al-Qaeda.
Wilayah Yaman hingga kini terus dilanda perang saudara. Perang tersebut telah menewaskan lebih dari 6.200 orang dan menyebabkan lebih dari 2,5 juta orang kehilangan tempat tinggal. Perang itu telah menimbulkan bencana kemanusiaan di salah satu negara termiskin di dunia tersebut.
(rni/miq)











































