Diberitakan AFP, Kamis (12/5/2015), aksi gadis itu direkamnya lewat aplikasi Periscope. Aksi bunuh diri ini memicu kehebohan di jagad maya setelah kejadian pemerkosaan dan penyerangan yang disebarkan lewat aplikasi tersebut.
Gadis yang tidak disebutkan namanya itu, sempat mengirimkan sebuah pesan kepada beberapa temannya. "Dia juga memberikan komentar lewat internet lewat Periscope yang menjelaskan alasan tindakannya itu," ujar Jaksa Eric Lallement.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rekaman terlihat seorang perempuan yang sedang duduk di sebuah sofa dan merokok. "Ini tidak dirancang untuk menciptakan keributan tetap membuat orang bereaksi, membuka pikiran mereka, dan tidak ada yang lain," kata perempuan itu.
Video kemudian tiba-tiba bergambar hitam dan samar-samar terdengar suara pihak keamanan dan panggilan darurat.
Hal ini bukanlah kejadian yang pertama kali terjadi dalam penggunaan aplikasi live-streaming. Sebelumnya, seorang wanita berusia 18 masuk ke pengadilan di negara bagian Ohio, Amerika Serikat (AS) setelah didakwa merekam pemerkosaan temannya yang berusia 17 tahun yang dilakukan oleh seorang pria berusia 29 tahun. (tfq/bag)










































