Penikaman di Massachusetts AS Tewaskan 2 Orang, Pelakunya Pria 28 Tahun

Penikaman di Massachusetts AS Tewaskan 2 Orang, Pelakunya Pria 28 Tahun

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 11 Mei 2016 18:29 WIB
Penikaman di Massachusetts AS Tewaskan 2 Orang, Pelakunya Pria 28 Tahun
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Washington, - Aksi penikaman di sebuah rumah dan sebuah mal di negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat menewaskan dua orang. Pelaku yang ditembak mati polisi dalam insiden itu, diidentifikasi sebagai seorang pria berumur 28 tahun.

Namun belum diketahui motif penusukan yang dilakukan Arthur J. DaRosa asal kota Taunton, sebelah selatan Boston itu.

Dalam insiden yang terjadi Taunton pada Selasa, 10 Mei waktu setempat itu, total empat orang ditikam oleh DaRosa. Salah satu korban tewas adalah seorang nenek berumur 80 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jaksa Distrik Bristol, Thomas Quinn III menjelaskan kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (11/5/2016), peristiwa itu bermula setelah DaRosa menabrakkan kendaraannya ke sebuah truk pada Selasa (10/5) sekitar pukul 19.00 waktu setempat, sekitar 6 kilometer dari mal Silver City Galleria di Taunton.

Dikatakan Quinn, usai menabrak truk tersebut, DaRosa masuk ke sebuah rumah dan menikam dua orang, termasuk nenek berumur 80 tahun yang tewas dalam insiden itu. Putri sang nenek yang juga ditikam, saat ini tengah dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Setelah itu, DaRosa menabrakkan mobilnya ke pintu masuk kaca di pusat perbelanjaan Macy's yang ada di mal Silver City Galleria. Dia kemudian menikam dua orang di sebuah restoran di mal tersebut, termasuk seorang pria berumur 56 tahun yang tewas akibat luka-lukanya.

Seorang wakil kepala polisi daerah Plymouth County yang sedang cuti dan berada di restoran itu, menembak mati DaRosa. "Jika bukan karena tindakan wakil kepala polisi daerah itu, mungkin akan ada korban-korban lainnya," tutur Quinn.

Meskipun motif pembunuhan itu belum diketahui, namun kepolisian menyatakan sejauh ini diyakini tak ada hubungan dengan terorisme. DaRosa juga diyakini tidak mengenal para korbannya.

(ita/ita)


Berita Terkait