Menurut kantor berita China, Xinhua seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (9/5/2016), insiden ini terjadi pada Minggu (8/5) pagi waktu setempat menyusul hujan lebat di wilayah provinsi Fujian. Tanah longsor ini terjadi di sebuah lokasi konstruksi tempat pembangkit listrik tenaga air sedang dibangun.
Menurut Xinhua, hujan lebat terus mengguyur wilayah pegunungan itu dalam waktu kurang dari 24 jam, hingga menimbulkan tanah longsor. Sebanyak 41 pekerja bangunan hilang dalam insiden ini, sedangkan tujuh orang mengalami luka-luka.
Presiden China Xi Jinping menyerukan upaya maksimum untuk memastikan cepatnya misi penyelamatan usai tanah longsor itu. Pemimpin China itu juga mengingatkan perlunya peningkatan pengawasan lokal dan pemeriksaan keselamatan guna mencegah kejadian serupa.
Saat ini upaya pencarian terus dilakukan untuk menemukan mereka yang hilang.
Sebelumnya pada Desember 2015, tanah longsor di kota Shenzhen, China selatan telah merenggut 77 nyawa. Menurut pemerintah China, pelanggaran aturan keselamatan konstruksi telah menjadi penyebab tanah longsor itu. Sejumlah pejabat lokal telah ditangkap terkait peristiwa tersebut.
(ita/ita)











































