Kepolisian Yaman mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (7/5/2016), bom tersebut meledak di jantung pasar yang ramai pada Jumat, 6 Mei siang waktu setempat. Belum diketahui siapa yang meletakkan bom tersebut di tempat itu.
Sejauh ini belum ada pihak ataupun kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada 24 April lalu, serangan udara dari sebuah pesawat tak berawak (drone) menewaskan dua orang di sebelah selatan kota Marib. Menurut warga setempat, kedua pria yang tewas itu diduga anggota kelompok Al-Qaeda.
Wilayah Yaman hingga kini terus dilanda perang saudara. Perang tersebut telah menewaskan lebih dari 6.200 orang dan menyebabkan lebih dari 2,5 juta orang kehilangan tempat tinggal. Perang itu telah menimbulkan bencana kemanusiaan di salah satu negara termiskin di dunia tersebut.
(ita/ita)











































