Dalam pidatonya saat jamuan makan malam koresponden Gedung Putih (WHDC) tersebut, Obama mengatakan bahwa delapan tahun menjadi presiden telah mengubah hidupnya.
"Delapan tahun lalu, saya seorang pria muda, yang penuh idealisme dan semangat. Dan sekarang lihatlah saya," tutur Obama seperti dilansir CNN, Selasa (3/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya beruban, beruban, menghitung hari menuju panel kematian saya," imbuhnya yang kembali disambut tawa hadirin.
Obama pun bercanda mengenai 'sakitnya' menjadi presiden yang telah habis masa jabatannya. Dia menyinggung pertemuannya dengan Pangeran George, putra sulung Pangeran William dan Kate Middleton di Istana Kensington, Inggris pada Jumat (22/4) lalu.
"Pekan lalu Pangeran George muncul di tengah pertemuan kami dengan memakai jubah tidurnya," ujar Obama sembari tertawa lebar. "Itu tamparan di wajah saya," katanya lagi. Mendengar ini, gelak tawa hadirin pun kembali pecah.
Dalam pidatonya yang berlangsung lebih dari 30 menit itu, Obama juga banyak melucu tentang bakal calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump.
"Elite Partai Republik tidak percaya dia (Trump) kemungkinan besar akan menjadi capres mereka. Tidak percaya. Terkejut. Mereka mengatakan Donald kurang pengalaman soal kebijakan luar negeri untuk menjadi presiden. Tapi jujur saja, dia (Trump) menghabiskan waktu bertahun-tahun menemui pemimpin dari seluruh dunia: Miss Swedia, Miss Argentina, Miss Azerbaijan," tutur Obama yang menuai derai tawa hadirin.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (3/5/2016), WHCD yang digelar pada 30 April lalu, dihadiri oleh para jurnalis, pengusaha media juga bintang Hollywood serta sejumlah pejabat Capitol Hill. Pidato seorang presiden AS dalam WHCD seringkali diidentikkan dengan stand-up comedy.
Acara tahunan ini menjadi event serupa terakhir yang dihadiri Obama sebelum melepas jabatannya tahun depan. (ita/ita)











































