Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg menyatakan, tentara-tentara itu akan berbasis di Yordania. Pelatihan pasukan lokal Suriah itu akan dilakukan di dalam wilayah Yordania, bukan di Suriah langsung. Pengerahan tentara ke wilayah Suriah, sebut Solberg, akan memerlukan konsultasi dengan parlemen Norwegia. Demikian seperti dilansir Reuters dan AFP, Selasa (3/5/2016).
Norwegia sebelumnya mengerahkan 120 tentaranya ke Irak untuk membantu melatih pasukan militer Irak, juga milisi Kurdi dalam melawan ISIS di Irak. Hingga kini, tentara-tentara Norwegia itu masih bertugas di Irak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka juga membawa terorisme ke Eropa dan kaum muda diradikalisasi dan direkrut demi menjadi militan asing," imbuhnya.
Keputusan Norwegia untuk mengerahkan tentara ini diambil selang seminggu setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan pengerahan tentara tambahan ke Suriah. Sejak tahun 2014, AS bersama koalisinya melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Irak dan Suriah. Norwegia masuk dalam koalisi anti-ISIS tersebut.
Namun operasi militer AS di Suriah mengalami kendala dengan kurangnya sekutu di lapangan. Suriah dilanda berbagai perang saudara yang melibatkan banyak pihak sejak tahun 2011 lalu.
(nvc/ita)











































