24 Orang Hilang Akibat Longsor di Pembuangan Sampah Guatemala

24 Orang Hilang Akibat Longsor di Pembuangan Sampah Guatemala

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 30 Apr 2016 13:37 WIB
24 Orang Hilang Akibat Longsor di Pembuangan Sampah Guatemala
Situasi di lokasi longsor (REUTERS/Saul Martinez)
Guatemala City - Sedikitnya 24 orang hilang usai insiden longsor melanda area pembuangan sampah di Guatemala. Sejauh ini empat orang dinyatakan tewas dalam insiden maut ini.

Disampaikan otoritas ibukota Guatemala City, seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (30/4/2016), insiden ini terjadi ketika orang-orang sedang sibuk menyisir lautan sampah pada Rabu (27/4). Lokasi pembuangan sampah itu disebut menerima muatan sampah dari 500 truk setiap harinya.

Ketika orang-orang tidak menyadari, sebagian besar timbunan sampah tiba-tiba longsor ke bawah. Longsoran sampah yang diwarnai tanah ini menimbun orang-orang yang ada di sekitarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi di lokasi longsor (REUTERS/Josue Decavele)

Sedikitnya empat jasad korban berhasil dievakuasi pada hari pertama, atau Rabu (27/4). Sebanyak 15 orang lainnya berhasil diselamatkan dari longsoran sampah dengan mengalami luka-luka.

Menurut juru bicara pemerintah Guatemala City, Carlos Sandoval, hujan deras dan getaran gempa yang terjadi baru-barun ini memicu longsor pada timbunan sampah di area terbuka tersebut.

Ditambahkan Sandoval, sedikitnya 24 orang dilaporkan hilang, termasuk tujuh pekerja daur ulang. Sejumlah korban hilang lainnya disebut sebagai pemulung yang masuk ke dalam lokasi tanpa izin resmi.

Korban selamat dievakuasi (REUTERS/Josue Decavele)

Salah satu korban hilang dilaporkan sebagai anggota kepolisian setempat yang sedang berada di lokasi ketika insiden terjadi. Pencarian korban hilang masih dilanjutkan hingga akhir pekan.

Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana Nasional Guatemala menyatakan, harapan untuk menemukan korban selamat dari timbunan longsor telah hilang. Hal ini merujuk pada besarnya timbunan sampah yang longsor. Hingga saat ini, hanya sekitar 250 petugas penyelamat dan jaksa setempat yang diperbolehkan masuk ke dalam lokasi.

(nvc/trw)


Berita Terkait