"Singa-singa ini telah mengalami situasi buruk dan sekarang mereka dipulangkan ke surganya. Inilah dunia dengan alam memang diperuntukkan bagi binatang-binatang ini," ucap Presiden Animal Defenders International (ADI), Jan Creamer, seperti dilansir Reuters, Sabtu (30/4/2016).
"Ini menjadi akhir yang sempurna untuk operasi ADI yang menghapuskan penderitaan sirkus di negara lain," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puluhan singa sirkus diterbangkan dari Peru ke Afrika Selatan (REUTERS/Janine Costa) |
Dituturkan ADI, pihaknya menyelamatkan 24 ekor singa dalam inspeksi mendadak terhadap sejumlah sirkus di Peru. "Singa-singa itu hidup dalam kondisi buruk di dalam kandang di belakang truk," sebut Creamer.
"Sembilan ekor lainnya diserahkan secara sukarela oleh sebuah sirkus di Kolombia. Hampir semua singa yang diselamatkan telah mengalami mutilasi untuk menghilangkan cakar, satu ekor kehilangan satu mata, satu ekor lainnya nyaris buta, dan banyak lagi yang giginya hancur dan rusak jadi tidak akan bertahan hidup di alam liar," terangnya.
Puluhan singa sirkus diterbangkan dari Peru ke Afrika Selatan (REUTERS/Janine Costa) |
Singa-singa itu diterbangkan dengan pesawat kargo ke cagar alam Emoya Big Cat Sanctuary di Johannesburg, Afrika Selatan. Dokter hewan yang bertugas untuk ADI, Eva Chomba, menuturkan penerbangan dari Peru ke Johannesburg memakan waktu 16 jam dengan transit di Brasil, untuk mengisi bahan bakar.
"Kami akan merawat binatang-binatang ini sepanjang perjalanan. Tiga orang dari kami akan ada di dalam pesawat ... untuk mengurus kebutuhan binatang-binatang itu, untuk memberikan mereka daging ayam dan air karena perjalanan ini sangat panjang dan mereka butuh perhatian," tutur Chomba.
Puluhan singa sirkus diterbangkan dari Peru ke Afrika Selatan (REUTERS/Janine Costa) |
"Ini pemindahan binatang dalam kandang terbesar yang pernah ada di dunia," imbuhnya, sebelum masuk ke dalam pesawat untuk menemani singa-singa itu.
Secara terpisah, pendiri Emoya Big Cat Sanctuary, Savannah Heuser menyambut baik pemulangan singa-singa sirkus ini. "Singa-singa ini kembali ke tempat mereka seharusnya berada. Inilah tempat lahir mereka. Matahari Afrika, langit malam Afrika, semak belukar dan suara alam, awan, badai musim panas Afrika, cagar alam besar dengan setting alam tempat mereka bisa mengingat siapa mereka sebenarnya," terang Heuser.
Puluhan singa sirkus diterbangkan dari Peru ke Afrika Selatan (REUTERS/John Vizcaino) |











































Puluhan singa sirkus diterbangkan dari Peru ke Afrika Selatan (REUTERS/Janine Costa)
Puluhan singa sirkus diterbangkan dari Peru ke Afrika Selatan (REUTERS/Janine Costa)
Puluhan singa sirkus diterbangkan dari Peru ke Afrika Selatan (REUTERS/Janine Costa)
Puluhan singa sirkus diterbangkan dari Peru ke Afrika Selatan (REUTERS/John Vizcaino)