Pengeboman pada rumah sakit yang dikelola Medecins Sans Frontieres (MSF) atau Doctors Without Borders itu terjadi di Kunduz pada 3 Oktober 2015 saat militer AS bermaksud menyerang Taliban. Insiden yang menewaskan 42 orang itu memicu kecaman global dan memaksa Presiden Barack Obama meminta maaf atas nama militer AS.
Baca juga: AS Salah Gempur Rumah Sakit Afghanistan, Obama Minta Maaf
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyelidikan menyimpulkan bahwa sejumlah personel gagal memenuhi aturan pertempuran dan hukum konflik bersenjata. Namun, penyelidikan tidak mencapai kesimpulan bahwa kegagalan ini berujung pada kejahatan perang," tegas Votel dalam konferensi pers, Jumat (29/4) waktu AS.
"Penyelidikan menemukan bahwa insiden itu dipicu oleh kombinasi human error, kesalahan proses dan masalah pada perlengkapan, dan tidak ada satupun personel yang tahu mereka menyerang sebuah rumah sakit," imbuhnya.
Baca juga: Salah Bombardir Rumah Sakit di Afghanistan, 16 Tentara AS Dikenai Sanksi
Ditambahkan Votel, tempo operasi militer yang sangat tinggi serta kelelahan juga turut menjadi faktor. Sedikitnya 16 personel militer AS dinyatakan gagal menjalankan tugas dan akan dijatuhi sanksi atau teguran administratif, namun tidak akan diadili secara militer.
Votel menjelaskan, serangan itu dilakukan saat militer AS dan Afghanistan telah terlibat pertempuran sengit selama 4 hari terakhir dan mengalami kelelahan serta kekurangan suplai logistik. Awak pesawat tempur AS dikerahkan lebih awal dari jadwal dan tidak sempat membawa daftar lokasi-lokasi yang dilindungi. Kondisi itu, lanjut Votel, ditambah oleh adanya gangguan pada sistem radio yang berfungsi membaca koordinat target serangan.
Kehancuran di dalam rumah sakit MSF yang salah dibom AS (REUTERS/Josh Smith) |
Pasukan khusus yang ada di lapangan berusaha menggambarkan target serangan sebagai gedung yang diduduki Taliban dan berjarak 365 meter dari rumah sakit. Terjadi kebingungan di udara entah bagaimana, pesawat tempur AS membombardir lokasi yang salah. Saksi mata menyebut, gedung utama yang menjadi lokasi perawatan intensif tepat terkena bom dan banyak pasien yang tewas terbakar di ranjang mereka.
Penjelasan militer AS itu memicu kecaman dari MSF yang merupakan badan pemulihan medis internasional. MSF mengecam pengeboman itu sebagai tindak kejahatan perang dan berulang kali menyerukan penyelidikan internasional.
"Penjelasan ini mengarah pada operasi militer yang tidak terkendali di area perkotaan yang padat penduduk, ketika pasukan AS gagal mematuhi hukum perang mendasar. Tidak bisa dipahami, dengan situasi yang dijelaskan AS, serangan itu tidak dibatalkan," ucap Presiden MSF, Meinie Nicolai.
Kondisi rumah sakit MSF yang salah dibom AS selang 6 bulan kemudian (REUTERS/Josh Smith) |
(nvc/trw)












































Kehancuran di dalam rumah sakit MSF yang salah dibom AS (REUTERS/Josh Smith)
Kondisi rumah sakit MSF yang salah dibom AS selang 6 bulan kemudian (REUTERS/Josh Smith)