Wanita Pekerja Kemanusiaan Australia Diculik di Afghanistan

Wanita Pekerja Kemanusiaan Australia Diculik di Afghanistan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 29 Apr 2016 17:05 WIB
Wanita Pekerja Kemanusiaan Australia Diculik di Afghanistan
Ilustrasi (Shah Marai/AFP)
Canberra - Seorang wanita pekerja kemanusiaan asal Australia diyakini diculik di Afghanistan. Otoritas Australia tengah berkoodinasi secara erat dengan pemerintah Afghanistan untuk menjamin keselamatan pekerja kemanusiaan itu.

Katherine Jane Wilson atau biasa dipanggil Kerry, diketahui mengelola badan kemanusiaan di kota Jalalabad, Afghanistan. Wanita asal Perth, Australia itu diculik dari kantornya pada Kamis (28/4) pagi waktu setempat, oleh sejumlah pria bersenjata.

"Empat pria yang mengenakan seragam militer pemerintah menculik wanita itu, yang berkewarganegaraan Australia dan berusia sekitar 70 tahun, dari kantornya," tutur juru bicara Gubernur Provinsi Nangarhar, Attahullah Khogyani, seperti dilansir Reuters, Jumat (29/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: ISIS Culik Ratusan Warga Sipil di Afghanistan

Menurut Khogyani, Wilson tiba di Jalalabad pada Rabu (27/4) waktu setempat dan menginap di hotel setempat, sebelum berangkat ke kantornya pada pagi hari. Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menyatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Afghanistan soal insiden ini.

"Kami telah menjalin komunikasi, jaringan di Afghanistan, dan kami akan mengkonfirmasi informasi detail sebanyak mungkin, sesegera mungkin. Untuk sementara waktu, kami terus berkomunikasi erat dengan keluarganya (Wilson)," terang Bishop.

Ayah Wilson, Brian, memohon agar putrinya bisa pulang dengan selamat. "Saya menduga dia (Wilson) disandera dan mereka akan melakukan yang terbaik untuk menjaganya tetap hidup dan tidak membahayakannya hanya karena mereka ingin mendapat sesuai sebagai tebusannya," ucapnya saat diwawancarai media setempat, Australian Broadcasting Corp.

Baca juga: Sekelompok Pria Bersenjata Cegat Bus di Afghanistan, Culik 30 Penumpang

Praktik penculikan menjadi sumber pendapatan menguntungkan bagi sejumlah kelompok militan di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir. Topik soal apakah perlu membayar uang tebusan hingga kini masih menjadi perdebatan panas.

Pada Agustus lalu, seorang warga Jerman yang bekerja untuk badan pembangunan Jerman, GIZ diculik di Kabul dan baru dilepaskan selang 2 bulan kemudian. Kanada dan Inggris kerap mendorong negara lain untuk tidak membayar uang tebusan bagi warganya yang diculik. Bishop sendiri menyatakan, Australia tidak akan membayar tebusan kepada para penculik warganya.

(nvc/ita)


Berita Terkait