Kegagalan Korut ini merupakan kegagalan kedua yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, menjelang digelarnya kongres Partai Buruh Korea yang merupakan kongres pertama dalam 40 tahun terakhir. Pada 15 April lalu, Korut juga menggelar uji coba rudal dan gagal. Padahal peluncuran itu digelar bertepatan dengan hari ulang tahun pendiri Korut, mendiang Kim Il-sung, kakek pemimpin Korut saat ini, Kim Jong Un.
Baca juga: Partai Berkuasa Korut Adakan Kongres Pertama Setelah 40 Tahun
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (Korut) terburu-buru untuk memamerkan sesuatu yang sukses, untuk memenuhi jadwal acara politik, kongres partai," sebut peneliti senior pada Forum Keamanan dan Pertahanan Korea, Yang Uk, yang juga penasihat kebijakan untuk Angkatan Laut Korsel.
"Mereka butuh kesuksesan tapi mereka terus gagal. Mereka tidak memiliki cukup waktu untuk memperbaiki atau memodifikasi secara teknis sistemnya (rudal), tapi hanya menembakkannya karena mereka terburu-buru," imbuhnya.
Baca juga: Peluncuran Rudal Korea Utara 'Gagal'
Disampaikan seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korsel, yang enggan disebut namanya, pihak Korsel dan Amerika Serikat (AS) tengah menganalisis penyebab kegagalan peluncuran rudal Korut pada Kamis (28/4) tersebut.
Kantor berita Korsel, Yonhap, menyebut peluncuran rudal itu tidak terdeteksi oleh radar militer Korsel karena tidak mengudara cukup tinggi, hanya beberapa ratus meter. Namun sebuah satelit AS dilaporkan mendeteksi peluncuran rudal itu.
Pada Sabtu (23/4) lalu, Korut menggelar uji coba rudal balistik yang ditembakkan dari sebuah kapal selam. Rudal itu mengudara sejauh 30 kilometer ke arah pantai timur Korut.
Baca juga: Luncurkan Rudal dari Kapal Selam, Kim Jong Un Provokasi AS dan Korsel
(nvc/ita)











































