Mereka yang ditangkap itu dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi terkait serangan bom bunuh diri di Bursa.
"Ada tanda kuat sebuah organisasi.... Ada temuan-temuan. Begitu organisasi tersebut dipastikan, saya akan menjelaskan, 15 orang sekarang dalam penahanan," ujar Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala kepada para wartawan di Ankara seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Kamis (28/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum ada kelompok maupun pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini. "Serangan ini dilakukan oleh seorang pengebom bunuh diri. Pelakunya seorang wanita," terang pejabat senior pemerintahan Turki yang enggan disebut namanya, kepada Reuters.
Menteri Kesehatan Turki Mehmet Muezzinoglu menyatakan, pelaku bom bunuh diri diidentifikasi sebagai wanita muda yang berusia sekitar 25 tahun. "Identitas rinci pengebom akan diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri," sebutnya.
Serangan bom di Bursa ini terjadi selang sehari setelah peringatan yang dirilis otoritas Amerika Serikat (AS) terhadap warganya di Turki. AS mengingatkan seluruh warganya di Turki untuk mewaspadai ancaman teroris di kawasan-kawasan wisata negara tersebut.
Bursa merupakan kota terbesar keempat di Turki, yang juga dikenal sebagai pusat industri di sepanjang Laut Marmara. Meskipun tidak menjadi tujuan wisata utama, Bursa cukup menarik perhatian banyak turis asing karena arsitektur kota bergaya era Ottoman.
(ita/ita)











































