2 Tahun Lagi Pensiun, Kepala Intelijen Jerman Mendadak Dicopot

2 Tahun Lagi Pensiun, Kepala Intelijen Jerman Mendadak Dicopot

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 27 Apr 2016 13:22 WIB
2 Tahun Lagi Pensiun, Kepala Intelijen Jerman Mendadak Dicopot
Gerhard Schindler (REUTERS/Fabrizio Bensch/File Photo)
Berlin - Kepala badan intelijen asing Jerman, BND, Gerhard Schindler mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan Schindler ini lebih awal dua tahun dari jadwal pensiunnya.

Informasi pencopotan Schindler (63) disampaikan seorang sumber pemerintah Jerman kepada Reuters, Rabu (27/4/2016). Namun alasan pencopotan Schindler ini masih belum jelas. Schindler memimpin BND, yang merupakan CIA versi Jerman sejak tahun 2012. Kepala BND biasanya mengakhiri masa jabatannya ketika mencapai usia pensiun. Namun hal ini tidak terjadi pada Schindler yang dicopot selang dua tahun sebelum mencapai usia pensiun.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (27/4/2016), Schindler mendapat tekanan besar setahun lalu, ketika terungkap BND melawan kepentingan nasional Jerman dengan dengan memata-matai negara Eropa yang menjadi mitranya atas permintaan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA). Tapi Schindler berhasil mengatasi tekanan itu dengan berjanji memusatkan kendali di kantor lapangan BND, yang diakuinya seperti memiliki kehidupan sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengintaian menjadi isu sensitif di Jerman karena praktik pengintaian oleh polisi rahasia Stasi pada era komunis Jerman Timur dan juga oleh polisi rahasia Gestapo pada era Nazi.

Baik pemerintah Jerman maupun BND belum mengomentari pencopotan Schindler ini secara resmi. Namun kepala staf Kanselir Jerman Angela Merkel, Peter Altmaier mengundang wartawan untuk menghadiri konferensi pers pada Rabu (27/4) waktu setempat, tanpa menyebut isu yang akan disampaikan.

Sejumlah sumber dari kalangan pemerintah Jerman menuturkan kepada Reuters, Schindler akan digantikan oleh Bruno Kahl, seorang pejabat Kementerian Keuangan Jerman yang juga sekutu dekat Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble.

Dilaporkan sejumlah media Jerman, pemerintah meragukan kemampuan Schindler untuk memberikan perubahan berarti dalam tubuh BND selama dua tahun ke depan sebelum dia pensiun. Jerman selama ini memang belum mengalami serangan besar dari militan sekelas Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di wilayahnya. Namun ratusan warga Jerman diketahui pergi ke Suriah dalam beberapa tahun terakhir, untuk bergabung dengan ISIS.

Tahun lalu, pemerintahan Merkel sepakat mengirimkan suplai senjata dan logistik untuk pasukan lokal yang bertempur melawan ISIS di Suriah dan Irak. Kini, Jerman dipandang sebagai target utama ISIS. Bulan lalu, ISIS merilis gambar yang menyerukan warga muslim Jerman untuk melancarkan serangan teror. ISIS juga menyebut Kanselir Merkel serta bandara Cologne-Bonn sebagai target serangan.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads