AS Gunakan Taktik Perang Unik Israel Saat Bombardir ISIS

AS Gunakan Taktik Perang Unik Israel Saat Bombardir ISIS

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 27 Apr 2016 11:07 WIB
AS Gunakan Taktik Perang Unik Israel Saat Bombardir ISIS
Ilustrasi (REUTERS/Mike Segar)
Washington - Amerika Serikat (AS) mengadopsi taktik perang Israel yang unik dalam pertempuran melawan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Taktiknya adalah meledakkan rudal di atas gedung untuk memperingatkan warga sipil yang ada di dalam, sebelum membombardir gedung yang sama.

Seperti dilansir CNN, Rabu (27/4/2016), militer Israel secara luas mempraktikkan taktik yang disebut 'knock-on-the-roof' ini dalam operasi militer di Gaza beberapa tahun terakhir. Tujuan taktik ini agar warga sipil dapat mengungsi sebelum serangan dilakukan.

Baca juga: ISIS Mengklaim Dalangi Serangan Bom Mobil di Suriah

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikan Mayor Jenderal Peter E Gersten dari Angkatan Udara AS, yang juga Wakil Komandan Operasi dan Intelijen dalam operasi melawan ISIS atau Operation Inherent Resolve. Gersten menyatakan, koalisi AS menyerang pusat penyimpanan uang milik ISIS di Mosul, Irak pada 5 April lalu dengan taktik tersebut. Dalam serangan itu, AS mengamati dengan seksama rumah milik pejabat keuangan ISIS.

"Dia (pejabat ISIS) merupakan penyalur dana terbesar untuk petempur Daesh (nama Arab ISIS)," terang Gestern.

"Kami mengamati dia masuk dan keluar dari rumah itu, kami mengawasi suplai yang disalurkannya, kami mengawasi keamanan yang ada di sekitar rumah itu. Dan kami juga mengawasi seorang wanita beserta anak-anaknya masuk dan keluar dari rumah yang sama," imbuhnya.

Baca juga: Aliansi Suriah Sambut Baik Pengiriman 250 Tentara AS Untuk Perangi ISIS

Dengan menggunakan pesawat pengintai dan aset intelijen lainnya, AS terus mengawasi aktivitas di rumah itu dan sekitarnya. Kemudian AS merumuskan rencana untuk membuat wanita dan anak-anaknya itu, serta warga sipil lainnya keluar dari gedung, sebelum serangan sebenarnya dilakukan.

"Kami bahkan mengerahkan sebuah Hellfire di atas gedung dan memicu ledakan di udara (air-burst) agar tidak menghancurkan gedung, dengan sederhana mengetuk atap untuk memastikan wanita itu dan anak-anaknya keluar dari gedung. Dan kemudian kami melakukan operasi kami," ucapnya.

Baca juga: Turki Akan Gunakan Sistem Roket Canggih AS dalam Melawan ISIS

Lebih lanjut Gersten mengakui adanya pengaruh Israel dalam operasi militer melawan ISIS. "Dari situlah kami mendapat taktik dan teknik serta prosedurnya," tuturnya.

Gersten tidak mengindikasikan apakah militer Israel secara formal memberikan briefing kepada komandan-komandan AS soal 'knock operation', namun dia menyebut militer AS mengawasi dan memantau prosedur yang dilakukan Israel. Gersten menambahkan, selebaran juga disebarkan untuk memperingatkan warga sipil sebelum serangan dilakukan.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads