Pada 15 April lalu, Korut gagal meluncurkan rudal Musudan, yang memiliki jarak jangkauan lebih dari 3 ribu kilometer. Ini artinya, jika rudal itu berhasil diluncurkan, rudal tersebut bisa menjangkau Jepang dan secara teori, juga bisa menjangkau Guam yang merupakan bagian dari wilayah teritorial Amerika Serikat.
Korut melakukan uji coba bom nuklir keempatnya pada 6 Januari lalu dan meluncurkan sebuah roket jarak jauh pada 7 Februari lalu. Kedua hal itu jelas merupakan pelanggaran resolusi PBB. Pada Sabtu, 23 April lalu, Korut pun melakukan uji coba rudal balistik yang diluncurkan kapal selam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para analis menyebut, kegagalan pada 15 April itu merupakan pukulan mematikan bagi pemimpin Korut saat ini, Kim Jong Un, cucu dari Kim Il Sung. Dalam beberapa bulan terakhir, Kim Jong Un telah mengklaim beberapa kemajuan dalam teknologi senjata, dan diperkirakan akan memerintahkan uji coba nuklir kelima dalam waktu dekat.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel Moon Sang-gyun tak bersedia mengkonfirmasi pemberitaan Yonhap tersebut. Namun dikatakannya, militer Korut akan butuh waktu untuk memperbaiki masalah menyusul gagalnya peluncuran rudal sebelumnya. (ita/ita)











































