Gugatan ini diajukan ketika kasus lain yang menjerat Hastert segera memasuki agenda penjatuhan vonis. Seperti dilansir AFP, Selasa (26/4/2016), penggugat tidak menyebut identitas aslinya dan hanya menyebut diri sebagai 'James Doe'.
Dalam dokumen gugatan, penggugat mengklaim dirinya sebagai pria yang disebut 'Individual A' dalam dakwaan kasus pelanggaran hukum perbankan dan memberikan keterangan palsu kepada FBI yang menjerat Hastert. Dalam kasus itu, Hastert akan dijatuhi vonis pada Rabu (27/4) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Mantan Ketua DPR AS Diadili Atas Pencabulan Remaja Laki-laki
Dalam gugatan terbaru yang diajukan ke pengadilan distrik di Yorkville ini, penggugat menuding Hastert telah melanggar kepercayaan dengan mencabuli penggugat di dalam sebuah kamar motel, saat liburan bersama tim gulat sekolah tersebut. Penggugat merupakan murid Hastert di Yorkville High School.
Dampak dari pencabulan itu, penggugat mengalami masalah jangka panjang. "Bertahun-tahun setelah itu, penggugat mengalami serangan panik parah yang berujung pada kondisi pengangguran jangka panjang, perubahan karier, depresi, perawatan di rumah sakit dan perawatan kejiwaan jangka panjang," sebut gugatan itu.
Belum ada komentar dari pengacara Hastert mengenai gugatan hukum ini. Tindak pencabulan terkait kasus itu terjadi tiga dekade lalu, sehingga Hastert hanya didakwa pelanggaran hukum perbankan oleh pengadilan. Dalam kasus yang telah disidangkan ini, Hastert dituding sengaja membayar seseorang demi menutup-nutupi hubungan seksualnya dengan pria di masa lalu.
Hastert dijerat dakwaan melanggar Undang-undang Perbankan, karena membayar US$ 3,5 juta (Rp 46 miliar) kepada seseorang yang tidak disebut namanya untuk menutupi masa lalunya. Pembayaran itu dilakukan sesaat sebelum dia terjun ke dunia politik.
Baca juga: Eks Ketua Parlemen AS Bayar Seseorang untuk Tutupi Hubungannya dengan Pria
(nvc/ita)











































