"Kanada mengutuk keras aksi brutal yang dilakukan kelompok tersebut kepada para sandera. Ini merupakan aksi pembunuh berdarah dingin. Pembunuhan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab para teroris tersebut," Trudeau kepada wartawan di sela-sela pertemuan kabinet, seperti dilansir Reuters, Selasa (26/4/2016).
Ridsdel (68) merupakan mantan eksekutif perusahaan pertambangan ditangkap kelompok ekstremis tersebut bersama 3 orang lainnya pada bulan September 2015 saat berlibur di sebuah pulau di Filipina. Pihak militer Filipina mengatakan potongan kepala ditemukan di sebuah pulau terpencil pada Minggu (24/4), 5 jam setelah batas waktu pemberian uang tebusan berakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah Kanada berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah Filipina serta dunia internasional untuk mengejar pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan kejam ini," tegas Trudeau.
Trudeau menolak berkomentar saat ditanyai apakah pemerintah Kanada sudah mencoba untuk bernegosiasi dengan kelompok penyandera atau membayar uang tebusan. Tak ada jawaban juga saat media menanyakan apakah Kanada akan berusaha menyelamatkan Robert Hall, WN Kanada lain yang ikut menjadi sandera. (rni/Hbb)











































