Sebulan Usai Bom Bunuh Diri, Stasiun Kereta Brussels Dibuka Kembali

Sebulan Usai Bom Bunuh Diri, Stasiun Kereta Brussels Dibuka Kembali

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 25 Apr 2016 17:45 WIB
Sebulan Usai Bom Bunuh Diri, Stasiun Kereta Brussels Dibuka Kembali
Pengguna kereta membaca pesan korban teror bom Brussels pada dinding stasiun (REUTERS/Francois Lenoir)
Brussels - Stasiun kereta bawah tanah Maelbeek di Brussels, Belgia yang diserang bom bunuh diri sebulan lalu, kembali dibuka. Stasiun kereta ini mulai beroperasi kembali dengan pengamanan yang sangat ketat.

Seperti dilansir Reuters, Senin (25/4/2016), petugas keamanan berjaga di sejumlah titik, mulai dari bagian luar stasiun hingga ke bagian peron. Sedangkan tentara Belgia dengan senjata lengkap berpatroli di sekitar stasiun yang terletak di dekat markas Komisi Eropa tersebut.

Pengguna kereta menunggu di peron (REUTERS/Francois Lenoir)


Pada 22 Maret lalu, ibukota Brussels diguncang tiga ledakan bom bunuh diri yang menewaskan total 32 orang. Dua ledakan bom bunuh diri mengguncang bandara Brussels, sedangkan satu bom bunuh diri mengguncang stasiun Maelbeek yang menewaskan 16 orang.

Dengan dibukanya kembali stasiun Maelbeek untuk umum pada Senin (25/4) waktu setempat, kebanyakan warga pengguna kereta merasakan suasana haru. Salah satunya Hanane Attar, yang pertama kali menginjakkan kaki di Maelbeek sejak teror bom Brussels sebulan lalu.

"Jantung saya berdebar kencang, saya merasa tidak enak. Ini cukup emosional, sangat emosional," tutur Attar yang merasakan getaran ledakan bom dari kantornya yang ada di atas stasiun pada 22 Maret lalu.

Petugas membersihkan kamera keamanan di stasiun (REUTERS/Francois Lenoir)


Banyak pengguna kereta yang berhenti sejenak di salah satu dinding stasiun untuk membaca berbagai pesan dari keluarga korban tewas maupun korban selamat, yang datang mengunjungi stasiun saat masih dalam renovasi. Kebanyakan pesan di dinding khusus itu berbunyi harapan dan semangat.

"Semuanya bersama," bunyi salah satu pesan di dinding itu. "Yang terhebat dari semuanya adalah cinta kasih," bunyi tulisan lainnya.

Kereta bawah tanah beroperasi kembali (REUTERS/Francois Lenoir)


Teror bom di Brussels yang menjadi markas Uni Eropa dan NATO itu, terjadi selang 4 bulan setelah teror Paris, Prancis yang menewaskan 130 orang. Otoritas setempat telah menemukan keterkaitan antara pelaku bom Brussels dengan pelaku teror Paris.

Pesan-pesan yang ditinggalkan korban bom Brussels di dinding stasiun (REUTERS/Francois Lenoir)


(nvc/ita)


Berita Terkait