Umar Hayat, warga di Karor Lal Esan, provinsi Punjab membeli permen beracun tersebut di sebuah toko roti pada 17 April lalu untuk dibagikan kepada teman-teman dan keluarga usai kelahiran cucunya. Namun perayaan kelahiran bayi laki-laki tersebut hanya berlangsung singkat ketika 10 orang tewas di hari yang sama.
"Korban jiwa akibat konsumsi permen tersebut kini telah bertambah menjadi 23 orang, dan 52 orang sekarang masih dirawat di berbagai rumah sakit," ujar polisi setempat, Munir Ahmed seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (25/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rameez Bukhari, pejabat kepolisian senior dari distrik tersebut mengkonfirmasi insiden fatal tersebut. Diimbuhkannya, tiga orang, yakni dua pria kakak-beradik pemilik toko roti dan seorang pekerja toko, telah ditangkap atas kasus ini.
Disebutkan bahwa pekerja toko roti tersebut kemungkinan tidak sengaja mencampurkan pestisida ke adonan permen. "Ada toko pestisida di dekat situ yang sedang direnovasi, dan pemiliknya meletakkan pestisidanya di toko roti tersebut supaya aman," tutur Bukhari.
Menurut Bukhari, seorang pekerja yang membuat permen tersebut kemungkinan tanpa sengaja telah mencampurkan obat pembunuh hama itu ke dalam adonan permen. Dikatakannya, kepolisian saat ini masih menunggu hasil pengujian laboratorium atas permen beracun tersebut.
(ita/ita)











































