China selama ini dikenal sebagai satu-satunya sekutu Korut yang terisolasi. Peluncuran rudal balistik dari kapal selam pada Minggu (24/4) yang diklaim sukses oleh Korut, memicu kecaman banyak pihak termasuk AS dan PBB.
"Korea Utara terus melakukan perilaku provokatif," sebut Obama dalam pernyataan yang disampaikan di sela-sela kunjungan ke Jerman, seperti dilansir AFP, Senin (25/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Luncurkan Rudal dari Kapal Selam, Kim Jong Un Provokasi AS dan Korsel
Peluncuran rudal balistik itu diikuti tawaran Korut untuk menerapkan moratorium sepihak bagi uji coba nuklir, jika AS bersedia menghentikan latihan militer gabungan dengan Korea Selatan (Korsel). Namun AS tidak mudah mempercayai tawaran Korut itu.
"Kami tidak menanggapi serius janji untuk dengan mudah berhenti (uji coba nuklir) hingga selanjutnya mereka (Korut) memutuskan melakukan uji coba kembali," tegas Obama, sembari menyatakan kemajuan baru tercapai jika Korut menunjukkan kesediaan untuk menghentikan program senjata nuklir untuk selamanya.
Ketegangan di Semenanjung Korea semakin meningkat akhir-akhir ini, menjelang digelarnya kongres Partai Pekerja Korea bulan depan. Kongres partai yang berkuasa di Korut itu merupakan yang pertama dalam 36 tahun terakhir.
Dalam kongres itu, pemimpin Korut Kim Jong Un diharapkan mampu membawa program senjata nuklir dan rudal Korut ke tingkat yang lebih tinggi. Para pengamat dan pejabat senior Korsel memperkirakan negara komunis itu akan menggelar uji coba nuklir kelima menjelang kongres partai, untuk memamerkan kekuatan mereka.
Baca juga: Korut Kembali Luncurkan Rudal, Dewan Keamanan PBB dan AS Serempak Mengecam
(nvc/ita)











































