Khan yang mantan bintang olahraga kriket ini, menggelar unjuk rasa di Islamabad selama berbulan-bulan pada tahun 2014 lalu untuk melengserkan PM Sharif, namun gagal. Kemunculan nama tiga anak PM Sharif dalam Panama Papers dipandang Khan sebagai kesempatan baru untuk menggulingkannya.
Pendukung politikus oposisi Pakistan Imran Khan (REUTERS/Faisal Mahmood) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa waktu lalu, PM Sharif membentuk komisi khusus untuk menyelidiki bocoran dokumen dari firma hukum Mossack Fonseca yang berbasis di Panama tersebut, setelah nama ketiga anaknya muncul dalam bocoran dokumen itu.
"Kami ingin komisi yang memiliki cabang offshore, yang memiliki penyelidik internasional," tegas Khan di depan pendukungnya.
Baca juga: Anak-anaknya Terseret, PM Pakistan Bentuk Komisi Selidiki Dokumen Panama
Massa kemudian meneriakkan 'Go Nawaz, go' secara bersama-sama. Khan menyerukan lebih banyak aksi di Provinsi Sindh dan Lahore, yang merupakan kota asal PM Sharif. Tidak hanya itu, Khan juga mengancam akan menggeruduk kediaman PM Sharif jika permintaannya tidak dipenuhi.
"(PM Sharif) Telah kehilangan otoritas moral untuk memerintah," sebut Khan.
Imran Khan berbicara kepada pendukungnya (REUTERS/Faisal Mahmood) |
Kedua putra Sharif, Hassan dan Hussain, serta anak perempuannya Maryam, disebutkan memiliki sedikitnya tiga perusahaan offshore yang terdaftar di British Virgin Islands, wilayah bebas pajak atau tax haven. International Consortium of Investigative Journalists yang mempelajari Panama Papers menyebut, ketiga perusahaan offshore itu terlibat berbagai kesepakatan properti dan akuisisi setidaknya senilai US$ 25 juta.
Dalam pernyataannya, PM Sharif membela anak-anaknya dengan menyatakan mereka tidak melakukan hal yang melanggar hukum. Namun kelompok oposisi menuding keluarga PM Sharif memanfaatkan tax haven untuk praktik pencucian uang dan menghindari pajak.
Pada Jumat (22/4) lalu, PM Sharif mengajukan permohonan kepada Mahkamah Agung Pakistan untuk menyelidiki finansialnya yang dituding terseret Panama Papers. Permohonan ini seolah mematuhi tuntutan oposisi agar penyelidikan Panama Papers diperkuat. PM Sharif bahkan berjanji akan mengundurkan diri, jika penyelidikan membuktikan adanya pelanggaran hukum.
Pendukung politikus oposisi Pakistan Imran Khan (REUTERS/Faisal Mahmood) |
(nvc/ita)












































Pendukung politikus oposisi Pakistan Imran Khan (REUTERS/Faisal Mahmood)
Imran Khan berbicara kepada pendukungnya (REUTERS/Faisal Mahmood)
Pendukung politikus oposisi Pakistan Imran Khan (REUTERS/Faisal Mahmood)