Disampaikan sumber militer setempat, seperti dilansir AFP, Senin (25/4/2016), pasukan propemerintah Yaman berhasil merebut kembali pangkalan minyak, juga kota Mukalla yang sebelumnya menjadi markas kuat Al-Qaeda di negara tersebut.
"Operasi itu berujung... kematian lebih dari 800 anggota Al-Qaeda dan beberapa pemimpin mereka, sedangkan beberapa lainnya kabur," jelas komandan koalisi pimpinan Arab Saudi dalam pernyataan yang dirilis kantor berita resmi Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memasuki pusat kota (Mukalla) dan tidak mendapat perlawanan dari militan Al-Qaeda yang sudah menarik diri ke wilayah barat (Hadramawt dan Provinsi Shabwa)," tutur salah satu pejabat militer setempat kepada AFP.
Baca juga: AS Sita 1.500 Senjata Api Kiriman Iran untuk Pemberontak Houthi
Koalisi pimpinan Arab Saudi bertempur melawan pemberontak Houthi di Yaman sejak Maret tahun lalu. Mereka juga melancarkan serangan udara terhadap berbagai posisi AQAP di Mukalla, demi membuka jalan untuk pasukan darat.
Selain Mukalla, para tentara Yaman juga berhasil merebut kembali pangkalan minyak Mina al-Dhaba di Shehr. Sedangkan pada Minggu (24/4) pagi, sumber militer setempat menyebut pasukan propemerintah Yaman berhasil menguasai bandara Riyan dan markas Al-Qaeda di pinggiran Mukalla yang dikuasai sejak setahun terakhir.
AQAP yang berbasis di Yaman dianggap sebagai jaringan Al-Qaeda paling berbahaya oleh Amerika Serikat. Militan ini pernah mendalangi serangkaian serangan terhadap negara-negara Barat di masa lalu. Pekan lalu, serangan udara AS terhadap kamp pelatihan AQAP di Hadramawt menewaskan puluhan anggota militan tersebut.
(nvc/ita)










































