Sebagaimana dilansir AFP, Senin (25/4/2016), kantor berita Korea Utara, KCNA, menyatakan peluncuran rudal itu dipantau langsung oleh Kim Jong Un.
Kim memuji langkah negaranya itu sebagai "sukses yang membelalakkan mata". Menurutnya, dengan sistem peluncur bawah permukaan laut itu, Pyongyang telah mampu menyerang Seoul (Korea Selatan).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti pengaktifan misil balistik yang didukung Korea Utara, pengembangan senjata nuklir, dan peningkatan ketegangan regional dan lebih luas lagi,"Β kata Dewan Keamanan PBB dalam keterangannya.
Kecaman itu mendesak Pyongyang agar menahan diri dari aksi lanjutan yang melanggar resolusi Dewan Keamanan yang terkait dengan hal itu," imbuh Dewan Keamanan PBB.
Washington dan London mengutuk percobaan peluru kendali berbasis kapal selam itu. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mendesak Tiongkok untuk meningkatkan tekanan kepada Pyongyang karena Pyongyang telah melakukan tindakan provokatif.
"Korea Utara melanjutkan untuk melakukan sikap provokatif," kata Obama di Jerman, di sela kunjungannya bersama Saudi Arabia dan Inggris.
"Kami telah membina kerjasama dengan Tiongkok untuk menekan Korea Utara," kata Obama.
(dnu/dnu)











































