Sejauh ini belum ada laporan korban akibat ledakan bahan kimia yang terjadi pada Jumat, 22 April pagi waktu setempat itu.
Foto-foto dan video ledakan yang diposting di internet seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (23/4/2016) menunjukkan kepulan asap hitam membubung tinggi di lokasi ledakan. Sekitar 400 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ledakan ini mengingatkan pada ledakan dahsyat di kota Tianjin pada Agustus 2015 lalu, yang menewaskan 165 orang. Ledakan itu disebabkan oleh cara penyimpanan bahan kimia yang tidak tepat tersebut, menimbulkan kekhawatiran terjadinya kontaminasi racun pada lingkungan setempat.
Ledakan di Tianjin itu memicu kemarahan luas publik China atas kurangnya transparansi oleh pejabat-pejabat mengenai penyebab ledakan dan dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Hasil temuan dari penyelidikan pemerintah atas insiden di Tianjin itu telah dirilis pada Februari lalu. Dalam laporan itu disebutkan agar 123 orang dihukum terkait ledakan tersebut.
(ita/ita)











































