Dari hasil penyelidikan yang dilakukan US Command Central (Komando Pusat AS), diketahui, korban tewas merupakan korban dalam 9 serangan udara terpisah yang dilakukan militer AS pada September 2015 hingga bulan Februari 2016. Selain itu tercatat ada 11 orang yang terluka.
Enam serangan udara dilakukan di Irak, tiga lainnya di Suriah. Atas hal ini, Juru Bicara US Central Command Kolonel Patrick Ryder sebagaimana dikutip BBC, Sabtu (23/4/2016), menyampaikan penyesalan mendalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga yang jadi korban tanpa diduga 'berpindah' ke lokasi yang menjadi target saat senjata diluncurkan," kata pihak militer.
US Central Command menyebut total ada 41 orang warga yang tewas sejak serangan udara terhadap kelompok ISIS dimulai pada tahun 2014. Namun kelompok hak asasi manusia menyebut jumlah warga sipil yang jadi korban tewas lebih dari angka yang disebutkan pihak AS.
Hingga saat ini tercatat hampir 12 ribu serangan udara sejak dilakukannya operasi militer di Irak pada bulan Agustus 2014 yang kemudian dilakukan di Suriah sebulan kemudian.
(fdn/fdn)











































