Obama Sebut Tak Ada Negara yang Ingin Berkonflik dengan Iran

Obama Sebut Tak Ada Negara yang Ingin Berkonflik dengan Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 22 Apr 2016 19:13 WIB
Obama Sebut Tak Ada Negara yang Ingin Berkonflik dengan Iran
Barack Obama (REUTERS/Yuri Gripas)
Riyadh - Presiden Amerika Serikat Barack Obama melontarkan komentar soal Iran saat mengunjungi Arab Saudi. Obama menyebut tidak ada negara yang berniat memicu konflik dengan Iran.

"Bahkan dengan kesepakatan nuklir yang diakui secara kolektif, kita terus memiliki kekhawatiran serius soal perilaku Iran," ucap Obama saat penutupan pertemuan dengan Dewan Kerja Sama Teluk di Riyadh pada Rabu (20/4), seperti dilansir AFP, Jumat (22/4/2016).

Pernyataan Obama ini merujuk pada aktivitas Iran yang dianggap memicu destabilisasi kawasan Timur Tengah. Obama kemudian menyebut, baik AS maupun negara Teluk Arab tidak berniat memicu konflik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada negara yang memiliki niat memicu konflik dengan Iran," tegasnya.

Baca juga: Obama Akan Jadi Presiden AS Pertama yang Kunjungi Hiroshima

Perbedaan hubungan kedua negara dengan Iran memicu ketegangan antara AS dan Saudi, yang merupakan negara sekutu. Obama mendarat di Riyadh, pada Rabu (20/4), untuk menghadiri pertemuan dengan pemimpin negara-negara Teluk Arab.

Obama juga menggelar pertemuan selama 2,5 jam dengan Raja Salman membahas berbagai isu, termasuk konflik Yaman, peran Iran, ketidakstabilan Libanon dan pertempuran melawan ISIS. Dari Riyadh, Obama mengunjungi London pda Kamis (21/4) untuk membujuk rakyat Inggris agar tidak memilih keluar dari Uni Eropa dan menghadiri makan siang dengan Ratu Elizabeth II yang merayakan ulang tahun ke-90.

Negara-negara Teluk Arab khawatir dengan apa yang mereka lihat sebagai kecenderungan Obama yang semakin mendekati negara Syiah, musuh mereka. Mereka khawatir jika Iran akan memegang peran lebih besar di kawasan, setelah sanksi terhadap Iran dicabut sebagai bagian kesepakatan nuklir dengan negara-negara Barat termasuk AS.

Saudi dan negara-negara kawasan lainnya menuding Iran kerap mengintervensi urusan dalam negeri negara lain. Contohnya dalam konflik Yaman ketika Iran mendukung pemberontak Houthi, sedangkan Saudi mendukung pemerintah Yaman.

Baca juga: Obama Minta Inggris Tidak Tinggalkan Uni Eropa

(nvc/nwk)


Berita Terkait