Pejabat-pejabat Pakistan mengatakan seperti dilansir media Press TV, Jumat (22/4/2016), keenam perwira militer tersebut diberhentikan pada Kamis, 21 April setelah pengadilan menyatakan mereka bersalah atas korupsi. Keenam orang tersebut terdiri dari seorang letnan jenderal, seorang mayor jenderal, tiga brigadir dan seorang kolonel.
Disebutkan bahwa meski dipecat, namun keenam orang itu tidak mendapat hukuman penjara atas kasus korupsi tersebut. Dengan pemecatan ini, mereka kehilangan sejumlah tunjangan militer, kecuali tunjangan pensiun dan kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perang melawan terorisme dan ekstremisme yang masih terus berlangsung dengan dukungan seluruh bangsa, tidak bisa menciptakan perdamaian dan stabilitas yang terus-menerus jika kejahatan korupsi tidak diberantas," tegas Sharif pada Selasa (19/4) lalu.
Pemecatan ini dilakukan di tengah seruan agar Perdana Menteri Nawaz Sharif mengundurkan diri setelah bocoran Panama Papers menunjukkan, anggota keluarganya memiliki rekening offshore. Disebutkan bahwa tiga anak PM Pakistan itu memiliki perusahaan-perusahaan offshore dan aset-aset yang tidak disebutkan dalam laporan kekayaan keluarga. (ita/ita)











































