Disampaikan pejabat senior AS yang enggan disebut namanya seperti dikutip surat kabar Jepang, Nikkei dan dilansir Reuters, Jumat (22/4/2016), AS akan mengajukan permintaan ke otoritas Jepang agar Presiden Obama bisa berkunjung ke Hiroshima 27 Mei mendatang, ketika pertemuan G7 selesai digelar.
Nikkei juga menyebut, Obama akan ditemani Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat berkunjung ke Hiroshima. Pihak Kementerian Luar Negeri Jepang serta kabinet pemerintahan Jepang belum mengomentari rencana kunjungan ini.
Jika kunjungan ini jadi dilakukan, maka Obama akan mencetak sejarah dengan menjadi presiden AS yang masih aktif pertama yang mengunjungi Hiroshima. Jimmy Carter yang merupakan Presiden AS ke-39, datang mengunjungi Hiroshima setelah mengakhiri masa jabatannya tahun 1984 lalu.
Di sisi lain, kunjungan Obama ke Hiroshima ini dinilai akan menuai kontroversi, terutama di AS sendiri karena bisa dianggap sebagai permohonan maaf AS kepada Jepang. Mayoritas warga AS melihat pengeboman Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan Nagasaki selang 3 hari kemudian, dibenarkan demi mengakhiri perang dan menyelamatkan nyawa warga AS. Namun mayoritas warga Jepang melihat pengeboman itu sebagai hal yang tidak dibenarkan.
Saat berkunjung ke Hiroshima bulan ini, Menteri Luar Negeri AS John Kerry juga mengungkapkan keinginan Obama untuk berkunjung ke Hiroshima. Namun Kerry mengaku tak tahu pasti apakah kunjungan itu sudah dipastikan dalam jadwal Obama mengunjungi Jepang pada 26-27 Mei mendatang.
Para korban selamat bom atom Hiroshima serta warga setempat mengaku lebih ingin melihat perwujudan dunia tanpa senjata nuklir, daripada sekadar permohonan maaf, jika Obama benar melakukan kunjungan bersejarah ke Hiroshima.
Saat berpidato di Praha, Republik Ceko tahun 2009 lalu, Obama sempat menyerukan dunia tanpa senjata nuklir. Obama kemudian mengatakan dirinya merasa terhormat jika bisa mengunjungi Hiroshima dan Nagasaki, yang dilanda serangan bom atom AS pada era Perang Dunia II.
(nvc/ita)











































