Kereta Malam Anjlok di Korsel, 1 Teknisi Tewas dan 8 Orang Luka-luka

Kereta Malam Anjlok di Korsel, 1 Teknisi Tewas dan 8 Orang Luka-luka

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 22 Apr 2016 11:47 WIB
Kereta Malam Anjlok di Korsel, 1 Teknisi Tewas dan 8 Orang Luka-luka
Rangkaian kereta api yang anjlok di Yeosu, Korea Selatan (Hwang Hee-kyu/News1 via REUTERS)
Seoul - Rangkaian kereta penumpang Korea Selatan (Korsel) anjlok di dekat kota Yeosu. Insiden ini menewaskan teknisi kereta dan melukai 8 orang lainnya.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (22/4/2016), lokomotif dan empat gerbong dari total tujuh gerbong dalam rangkaian kereta itu, anjlok. Insiden ini terjadi di bagian rel yang tengah menjalani perawatan dan pemeliharaan.

Rangkaian kereta api yang anjlok di Yeosu, Korea Selatan (Hwang Hee-kyu/News1 via REUTERS)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataannya, pengelola kereta nasional Korsel, Korail menyatakan insiden anjlok ini terjadi ketika kereta mendekati stasiun Yulchon, yang berjarak 350 kilometer sebelah selatan Seoul. Insiden anjlok ini terjadi pada Jumat (22/4) dini hari, sekitar pukul 03.40 waktu setempat.

Menurut seorang pejabat setempat seperti dikutip kantor berita Yonhap, kereta semakin memacu kecepatan ketika melewati rel yang melengkung.

Pejabat kepolisian rel pada Kementerian Transportasi Korsel enggan berkomentar soal penyebab insiden ini. Pejabat itu hanya menyatakan, penyelidikan terhadap insiden anjlok ini tengah berlangsung.

Rangkaian kereta api yang anjlok di Yeosu, Korea Selatan (Hwang Hee-kyu/News1 via REUTERS)


Disebutkan Korail, terdapat 27 orang di dalam kereta malam itu, termasuk 22 penumpang dan tiga awak. Saat insiden terjadi, kereta itu tengah melaju dari Seoul pada Kamis (21/4) malam.

Dari 8 korban luka, salah satunya merupakan teknisi yang mengalami luka serius dan masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan 7 korban luka lainnya merupakan penumpang, yang kebanyakan mengalami luka ringan.

Rangkaian kereta api yang anjlok di Yeosu, Korea Selatan (Hwang Hee-kyu/News1 via REUTERS)


(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads