New York Times mengutip keterangan dari FAA, Kamis (21/4/2016) menyebut, izin terbang pesawat sudah habis pada Januari 2016 lalu. Sejak itu, pihak Trump belum memperpanjang.
"Pemilik pesawat sedang mengurus perizinan pesawat dan akan kembali mendaftarkannya sebelum penerbangan selanjutnya," tulis pernyataan FAA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila tidak diperpanjang izinnya, maka pesawat tersebut tidak diizinkan terbang untuk beberapa hari sampai berbulan-bulan. FAA bahkan bisa menjatuhkan denda hingga pidana sampai tiga tahun. Bahkan bila terjadi sebuah insiden, pesawat tersebut tidak bisa melakukan klaim apa pun.
Dalam catatan media di Amerika Serikat, Trump memiliki jet Cessna tersebut dan pesawat lain seperti Boeing 757 airliner dan tiga helikopter.
Juru bicara kampanye Trump, Hope Hicks, enggan berkomentar banyak soal ini. Dia hanya menyebut semua persyaratan akan segera selesai dalam waktu dekat. (mad/bag)











































