Seperti dilansir Reuters, Kamis (21/4/2016), juru bicara rumah sakit Yerusalem tempat warga Palestina itu dirawat membenarkan bahwa pria itu tewas akibat luka-luka yang dideritanya. Otoritas Israel telah mengeluarkan gag order, yakni perintah pengadilan yang membatasi informasi dan komentar soal penyelidikan insiden ini.
Secara terpisah, Pusat Informasi Palestina yang pro-Hamas mengidentifikasi pria Palestina yang tewas itu sebagai Abdel-Hamid Abu Srour dari kamp pengungsi Ayda, dekat Berthlehem. Srour diklaim sebagai anggota Brigade Izz el-Deen Al-Qassam, sayap militer Hamas. Namun Hamas tidak mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bus itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilaporkan AFP, para pelayat mengunjungi keluarga Srour di kamp pengungsi Ayda. Terdapat poster yang dipasang oleh Hamas yang isinya memuji Srour sebagai seorang martir.
Ledakan bom itu menghancurkan sebuah bus dan memicu kebakaran satu bus lainnya yang ada di dekat lokasi. Sedikitnya 21 orang luka-luka dalam insiden yang terjadi pada Senin (18/4) waktu setempat.
Sumber media Israel menyatakan, sedikitnya enam korban luka masih dirawat di rumah sakit, sedangkan yang lain telah diperbolehkan pulang sejak Rabu (20/4) malam.
Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut insiden ini sebagai serangan dan mengaitkannya dengan gelombang kekerasan jalanan yang banyak didalangi warga Palestina.
(nvc/nwk)










































