Dilaporkan kantor berita Turki, Dogan dan dilansir AFP, Kamis (21/4/2016), Nedim Bellus (35) ditahan polisi Turki dalam operasi antiterorisme yang digelar pekan lalu. Bellus dicurigai sebagai anggota ISIS dan ditahan di penjara Iskendurun, sebuah kota di Provinsi Hatay, dekat perbatasan Suriah.
Otoritas setempat menemukan jasad Bellus tergantung di atas ranjang di dalam selnya. Tidak diketahui pasti penyebab Bellus mengakhiri hidupnya. Penyelidikan atas kematian Bellus ini tengah dilakukan otoritas setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, otoritas Turki menuai banyak tekanan untuk memutus aliran militan yang akan bergabung dan bertempur dengan ISIS di Suriah, serta menghalangi para militan itu kembali ke negara masing-masing.
Otoritas Turki menyatakan pihaknya telah memperketat keamanan perbatasannya. Namun Turki juga mendorong negara-negara Barat untuk berbuat lebih banyak dalam mencegah militan dari Eropa bergerak ke Turki dan Suriah.
Sebagai anggota koalisi pimpinan Amerika Serikat dalam melawan ISIS, Turki cukup sering dilanda serangan teror yang dicurigai didalangi ISIS. Serangan teror itu termasuk dua ledakan bom bunuh diri di Istanbul yang menargetkan turis asing.
Dalam beberapa minggu terakhir, ISIS berulang kali menembakkan roket ke kota Kilis, Turki yang terletak dekat perbatasan Suriah. Serangan roket itu memicu balasan dari militer Turki yang menembakkan artileri.
Baca juga: 13 Komandan ISIS Tewas Dibombardir Jet Tempur F-16 Irak
(nvc/ita)











































