Demikian disampaikan kepala Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Suriah, Anwar Abdel-Hadi seperti dilansir media Press TV, Kamis (21/4/2016).
Dikatakan Abdel-Hadi, saat ini pertempuran antara para militan ISIS dan Nusra Front yang terkait al-Qaeda, masih terus berlangsung di kamp pengungsi Yarmouk. Bahkan ISIS telah menguasai sekitar 70 persen kamp pengungsi Palestina itu.
Dituturkan Abdel-Hadi, warga Palestina di kamp tersebut terperangkap dalam baku tembak itu. Mereka tak bisa meninggalkan rumah mereka dikarenakan ganasnya pertempuran.
Menurut kepala PLO itu, setidaknya 20 orang di kamp pengungsi itu telah dipenggal. Mereka pun dikuburkan dengan identitas mereka tidak diketahui.
Dikatakannya, sekitar 3 ribu militan ISIS telah dikerahkan di Yarmouk dan wilayah sekitarnya, Hajar al-Aswad. Menurut Abdel-Hadi, para teroris ISIS telah menggunakan taktik pemerkosaan, pemenggalan dan penyiksaan untuk memaksa penghuni kamp mematuhi ideologi mereka.
"Kami telah meminta adanya gencatan senjata sehingga yang sakit dan terluka bisa dibawa keluar dari kamp tersebut, namun ISIS menolak," cetus Abdel-Hadi.
(ita/ita)











































