Mata-matai Pulau Sengketa dengan Jepang, Pria China Dibui 7 Tahun

Mata-matai Pulau Sengketa dengan Jepang, Pria China Dibui 7 Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 21 Apr 2016 10:54 WIB
Mata-matai Pulau Sengketa dengan Jepang, Pria China Dibui 7 Tahun
Ilustrasi (REUTERS/Dario Pignatelli)
Beijing - Seorang pria di China dijatuhi vonis 7 tahun penjara atas tudingan spionase. Pria ini dinyatakan bersalah memberikan informasi aktivitas militer China yang berpatroli di sekitar pulau kecil di Laut China Timur yang menjadi sengketa dengan Jepang.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (21/4/2016), pria bernama Chen Wei yang berasal dari Provinsi Zhejiang ini, direkrut ketika di bekerja di luar negeri. Dia dinyatakan bersalah memberikan informasi rahasia kepada kekuatan asing yang tidak dijelaskan lebih lanjut.

Perekrut Chen yang bernama Ji Tian, yang tidak disebut kewarganegaraannya, awalnya memancing Chen dengan ketertarikan soal ajaran Kristen dan mengaku ingin belajar bahasa China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ji kemudian memanfaatkan persahabatannya dengan Chen dengan meminta Chen mengambil foto-foto dermaga di Zhejiang, yang membentang dekat pulau sengketa yang tidak berpenghuni itu. Oleh China, pulau itu disebut Diaoyu dan oleh Jepang disebut Senkaku.

Baca juga: Bocorkan 150 Ribu Dokumen Rahasia, Pria China Dihukum Mati

Dilaporkan televisi nasional China, Chen ditangkap pada Desember 2013 lalu setelah mengambil foto pangkalan militer China. Menurut televisi nasional China, Chen divonis 7 tahun penjara namun tidak dijelaskan lebih lanjut kapan vonis itu dijatuhkan.

Chen merupakan orang kedua yang dipenjara terkait kejahatan keamanan satu pekan ini. Awal pekan lalu, seorang pria China divonis mati karena membocorkan lebih dari 150 ribu dokumen rahasia ke negara lain.

Hukum yang mengatur rahasia negara di China sangat luas dan mengatur soal data industri hingga tanggal lahir pemimpin negara. Presiden Xi Jinping mengawasi ketat aparat keamanan China, dengan tujuan menangkal ancaman domestik maupun asing.

(nvc/ita)


Berita Terkait